Kamis, 28 Agustus 2014

Baru 24 Provinsi yang Membentuk Komisi Informasi


Kamis, 28 Agustus 2014 

 
 
[PONTIANAK] Sejak di sahkan UU No 25 Tahun 2009 lalu, hinggga saat ini baru 24 provinsi yang sudah membentuk komisi infomasi ditingkat provinsi. Empat provinsi lagi belum membentuk Komisi Informasi di tingkat provinsi, padahal pembentukan itu merupakan UU ini memerintahkan untuk membentuk komisi imformasi di provinsi.

Hal itu dikatakan Dyah Aryani, Komisioner Informasi Pusat kepada  wartawan di Pontianak, Rabu (27/8).

Ia mengatakan, UU itu mengharuskan atau mewajibkan bahwa setelah dua tahun disahkan, maka semua provinsi harus sudah membentuk komisi informasi di tingkat provinsi. Namun pada kenyataanya masih ada sembilan provinsi lagi yang belum membentuk komisi informasi di provinsinya.

Meski demikian, tidak ada sanksi yang tegas terhadap provinsi yang belum membentuk komisi informasi.  Sanksi yang ada hanya sanksi moral dari masyarakat terhadap pemerintah provinsi.

"Padahal kita ketahui, dengan adanya komisi informasi itu, maka masyarakat  akan lebih mudah untuk mengetahui berbagai hal di dalam provinsi. Selain itu, informasi dan pelayanan yang diberikan pemprov kepada masyarakat juga harus jelas dan harus dapat diketahui seluruh masyarakat," katanya.

Dengan hadirnya komisi informasi  di provinsi  akan mempermudah masyarakat  untuk mendapatkan informasi.  "Jadi komisi informasi ini sangat penting bagi masyarakat," katanya.

Jadi melihat kondisi sekarang ini sangat tidak baik jika masih ada provinsi yang belum membentuk komisi informasi di daerah. "Sebab kita ketahui bahwa dengan adanya komisi informaai di provinsi maka investasi di daerah itu akan meningkat," katanya.

Lewat komisi informasi, semua informasi yang dibutuhkan masyarakat akan dapat diakses. Selain itu, potensi yang dimiliki daerah juga akan dapat diakses  dengan mudah dan cepat.

Hal itulah yang akan menjadi pendorong bagi para investor untuk menanamkan modalnya di satu daerah yang sudah memiliki komisi informasi. Namun, jika komisi informasi tidak dibentuk atau belum dibentuk maka investor akan sangat sulit masuk ke satu daerah iau.

Secara khusus, bagi Kalbar tidak menjadi masalah walaupun baru dibentuk  namun hal itu sudah sesuai dengan tujuan dari UU yang disahkan tahun 2009 lalu. Sebab dengan adanya komisi informasi itu maka berbagai sumber yang ada di daerah dapat dengan cepat diketahui oleh calon investor. ==sumber suara pembaruan==[146/N-6]

Rabu, 27 Agustus 2014

Pemimpin Redaksi Kompas.com, Taufik Hidayat Mihardja Meninggal




JAKARTA, KOMPAS.com -

Pemimpin Redaksi Kompas.com, Taufik Hidayat Mihardja, meninggal dunia pada Rabu (27/8/2014) pagi, dalam usia 52 tahun. Dia akan dimakamkan di Cikalong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Rabu siang.

Taufik yang lahir pada 9 Maret 1962, merupakan Sarjana Sastra Inggris dari YAPARI Tourism Academy Bandung, Jawa Barat. Setidaknya selama hampir seperempat abad terakhir, Taufik menjadi jurnalis di grup Kompas Gramedia, mulai dari Harian Kompas, Kompas.com, dan Kompas TV.
Di Harian Kompas, Taufik pernah menjadi editor untuk halaman berita politik, hukum, dan HAM, pada 1998. Dia juga pernah menjadi Wakil Redaktur Pelaksana Harian Kompas, pada 2000, dan menjadi Redaktur Pelaksana Harian Kompas pada 2007.

Pada 2007 juga, Taufik mendapat amanah menjadi Direktur Kompas Cyber Media, pengelola laman Kompas.com. Masih merangkap menjadi Direktur Kompas.com, Taufik menjadi Wakil Pemimpin Redaksi Harian Kompas, pada 2008-2012.

Jabatan untuk Taufik masih bertambah lagi pada 2011, dengan menjadi Pemimpin Redaksi Kompas TV pada 2011. Jabatan di Kompas TV berakhir pada pertengahan 2014, untuk kemudian sepenuhnya menjadi Pemimpin Redaksi Kompas.com.

Saat ini jenazah Taufik masih disemayamkan di kediamannya, di Permata Mediterania, Cluster Amatis 1 Nomor 1, Pos Pengumben, Jakarta Barat. Setelah dimandikan, jenazah akan langsung diberangkatkan ke Cikalong, pada pukul 09.00 WIB, untuk dimakamkan di sana.

"Tadi pukul 05.30 WIB, saya ditelepon istrinya, mengabarkan Taufik sudah meninggal," tutur Wakil Pemimpin Redaksi Harian Kompas, Budiman Tanuredjo, Rabu pagi. "Pas mau dibangunkan untuk shalat subuh, sudah tidak bangun," lanjut dia. Hingga Selasa (26/8/2014) malam, Taufik masih beraktivitas sebagaimana biasa di redaksi Kompas.com.

Minggu, 24 Agustus 2014

Istri Perdana Menteri Malaysia Pulang Kampung ke Sumatera Barat Indonesia

  • Istri PM Malaysia Pulang Kampung ke Sumatera Barat  Lihat FotoIstri PM Malaysia Pulang Kampung ke Sumatera Barat  
TEMPO.CO, Padang -  

Istri Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, Datin Seri Rosmah binti Mansor, akan mengunjungi Sumatera Barat pada Senin, 25 Agustus 2014. Kunjungan resmi Rosmah Mansor ini akan berlangsung hingga Rabu, 27 Agustus 2014. 

Konsulat Jenderal Malaysia untuk Sumatera di Medan, Ahmad Rozian Abdul Ghani, mengatakan Rosmah Mansor akan menghadiri upaca adat di Istano Basa Pagaruyung di Kabupaten Tanah Datar.  Istri Najib Razak ini akan diberi gelar Darjah Kebesaran Kerabat yang Dipertuan Gadih Minang. "Ibu Rosmah merupakan keturunan Minangkabau. Kedua orang tuanya berasal dari Sarilamak, Kabupaten Limapuluh Kota," ujarnya, Sabtu, 23 Agustus 2014. 

Ibu Negara Malaysia ini juga akan menghadiri Islamic Fashion Festival yang berlangsung di Padang. Kegiatan tahunan ini akan dihadiri perancang busana dari beberapa negara, khususnya dari Indonesia dan Malaysia. Kata Ahmad, Rosmah juga akan melihat kerajinan-kerajinan asal Sumatera Barat di Craft Centre. "Ada beberapa pusat tenunan di Padang yang akan dikunjungi," ujarnya, 

Menurut Ahmad, Rosmah juga akan meresmikan jaringan perdagangan usaha wanita Indonesia-Malaysia. Kegiatan ini akan menghadirkan para pengusaha dari dua negara tetangga. Kemudian, Rosmah akan berkunjung ke Panti Tuna Grahita untuk memberi santunan dan bersilaturahmi.

Istri Gubernur Sumatera Barat Nelvi Irwan Prayitno mengatakan istri Perdana Menteri Malaysia ini akan pulang kampung ke Sumatera Barat. Sebab, ibu Rosmah berasal dari Minangkabau. "Ini untuk mempererat hubungan kedua negara ini. Nanti Ibu Rosmah juga akan melihat kerajinan tangan di Minangkabau Village Centre," ujarnya.
(sumber trmpo.com) ANDRI EL FARUQI

Senin, 17 Maret 2014

Caleg Anggota DPRD Indramayu Partai Golkar Cuengsih Galang Massa




 Terlihat  tampak dalam gambar masa konvoi membawa anak kecil dengan menggunakan kendaraan bermotor {foto unsi)


Caleg  DPRD Kabupaten Indramayu, dari Partai Golkar ,Cuengsih no urut 4, hari  Senin 17/3/2014 lakukan konvoi start dari rumah BTN Cinderaya pukul 8.30 wib,menuju karangsong ,Tambal,Samsu.Pasar Baru.PADM,Simpang Lima,Bungkul,Rambatan,masuk Penyindangan Kulon Blok  Pecuk,dan tidak menempati GOR Singalodra.Kemdun masaa dan timsukses Caleg Cuengsih menuju Perumnas Kota Pabean Udik Kecamatan Dan Kab.Indramayu.

Konvoi kendaraan menggunakan mobil,dan kendaraan bermotor,ditemukan adanya dugaan pelanggaran karena sebagian masa konvoi kendaraan masih mebawa anak-anak kecil ikut kampanye dengan kendaraan motor Dilokasi tersebut timsukses dan jurkam Caleg Cuengsih memasang tenda dan hiburan Panggung, dan Organ Tunggal.Pada acara sosialisasi kampanye para caleg menyampaikan sosialisasi terhadap tata cara simulasi cara memilih di depan peserta  yang hadir diperkirakan 300 orang .(poto : UUN SUNINGSIH)